Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2011

Puisi " Mimbar "


MIMBAR
(Taufiq Ismail)
Dari mimbar ini telah dibicarakan
Pikiran-pikiran dunia
Suara-suara kebebasan
Tanpa ketakutan
Dari mimbar ini diputar lagi
Sejarah kemanusiaan
Pengembangan teknologi
Tanpa ketakutan
Di kampus ini
Telah dipatahkan
Kemerdekaan
Segala despot dan tirani
Tidak bisa dirobohkan
Mimbar kami

Kamis, 07 April 2011

Tentang Rasa

Sakit.
Tentu kau tak asing dengan kata itu.
Kau buat ini untukku.
Meski awalnya mencintai
Ternyata kau sama saja.
Munafik.
Kau torehkan lagi luka sayat di hati ku.

Rabu, 06 April 2011

Cerpen 3 Sahabat Part. Dion

DION
(kabul Prasetyo)
Ku rasakan kepalaku tak sanggup lagi menahan pukulan demi pukulan yang di lontarkan oleh Je. Yupz... Je adalah salah seorang premag preman yang sering berselisih dengan ku. Sebenarnya saat itu aku hampir memenangkan pertempuran itu namun tiba-tiba tanpa kusadari sepucuk pisau telah mendarat di perut ku. Aku semakin tak berdaya.
Aku seakan meliahat ibu dan alya adik ku yang telah meninggal di depanku. Mereka seaakan mengajakku menuju suatu tempat yang sangat dami. Ku liaht bintang semakin bersinar terang diantara mereka, cahayanya sangat menyilaukan mata. Aku kemudian tak ingat lagi.
Bayangan ibu dan adikku tiba-tiba hilang berganti dengan beberapa sosok yang sangat asing bagiku. Bintang-bintang yang sebelumnya kulihat kini berganti dengan atap rumah yang sedikit usang. Ku buka mataku berlahan.
“siapa kalian” tanyaku sepontan kepada tiga orang asing yang benar-benar ada dihadapan ku.
“tenanglah nak, kamu aman disini” kata seorang nenek-nenek berusia sekitar 60 tahun itu.
“Kalian siapa, apa maukalian?” aku semakin gugup karena kudapati bajuku telah berganti. “Dimana baju ku.”
“tenanglah , bajumu sedang ku cuci dibelakang. Ku lihat bajumu sangan kumal dan bau jadi aku bersihkan dan ku cuci deh” jelas seorang gadis di sebelah ku.
“kalian mau apa, kalian komplotan mereka ? kalian mau membunuh ku?”
“dasar lo ya udah ditolong bukannya terima kasih malah nuduh kayak gito, mau ngajak ribut lo” bentak seorang pemudia sebaya denganku yang berdiri  di atas ku.
“kami menemukan kamu di jalan semalam, kamu terluka parah. Sebenarnya apa yang terjadi. Dan siapa nama mu?” tanya nenek itu.
“aku dion, lalu siapa kalian?”
“Gue Riyo, itu Ve dan Mbah ijah”
“terus kenapa lo bisa terkapar disana?” tanya seorang gadis yang ternyata bernama Ve.
“semalam, gue terlibat perkelahian dengn Je”
“je? Siapa dia” serobot Riyo.
“ je adalah pemuda yang mempunyai kekuatan sihir yang sangat mengerikan”
“lalu kenapa kalian berkelahi?”
“karena aku juga dapat mengeluarkan sihir”
“jadi lo penyihir” serobot Riyo.
“Riyo diam. Jadi kamu bisa mengluarkan sihir?” kata mbah ijah.
Belum selesai mbah ijah mengajukan pertanyaan, tiba-tiba sebuaah tongkat kecil terbang menghampiri ku. Kami semua yang ada diruangan itu terpesona. Bukan apa-apa namun terheran kenapa tongkat itu bisa melayang.
“riyo turunkan tongkat itu” perintah mbah ijah.
“kagak, aku gak nerbangin tongkat itu kok mbah, sumpah bukan aku” bela riyo.
“terus siapa yang menerbangkan tongkat pusaka peninggalan mbah Yahoo itu.” Kata mbah ijah.
Semua mata kemudian tertuju padaku.
“bukan, bukan, bukan aku yang menerbangkannya. Sumpah” kataku sedikit terdesak.
“tunggu, tunggu berarti benar kau orangnya” kata mbah ijah mendekati aku.
“maksudnya?”
“ya kau adalah orang yang mewarisi kekuatan Glosy. kau bilang kamu mampu mengeluarkan sihir kan?”
“iya mbah, terus hubungannya apa?”
“konon tongkat sihir ini akan menemui tuannya. Tuan yang akan melindungi dunia ini dari kehancuran. Tak ku sangka ternyata kau orangnya. Sekarang kalian sudah lengkap Riyo yang mengendalikan fikiran, Ve yang mengendalikan tanah, air, api dan udara, dan kau yang menguasai sihir. Akhirnya rengkarnasi para kesatria telah berkumpul” terang mbah ijah.
“jadi maksud mbah aku, Riyo dan ve adalah...”
“ya itu benar. Kalian orangnnya”

Cerpen 3 Sahabat Part. Ve

VE
(Kabul Prasetyo)
Kenalkan namaku adalah Ve, banyak yang bilang aku ini keturunan jin. Wajar aja soalnya sejak umur 10  tahun aku dapat mengendalikan tanah, air, api dan udara sesuai keinginnan ku. Namun sejak beberapa tahun ini aku tak pernah lagi menggunakannya.
Ibu, ayah, dan adik ku terbunuh ketika aku tanpa sengaja mengendalikan api dan membakar rumah ku. Sejak saat itu tak ada seorang pun yang mengetahui lagi bahwa aku dapat mngendalikan sesuatu.
Aku sekarang berusia 16 tahun. Aku bersekolah di  SMA Negeri 1 kotagajah. Aku baru saja pindah dari sekolah ku yang lama. Karena warga desa disana mengusirku.
Suatu hari ketika aku pulang sekolah, tiga orang lelaki berpakaian preman mengikuti ku. Aku terus saya berjalan. Ku perhatikan jarak mereka semakin dekat.
Tanpa kusadari ternyata aku terpojok di sebuah gang buntu.
“siapa kalian” aku sangat gugup.
“haduh nona manis ini tanya kita coy” jawab seorang diantara mereka.
“heh serahkan dompet, hape, dan kalung kamu” kata salah seorang preman itu.
“gak, gak boleh, sebaiknya kalian pergi aja”g gadis itu"
“apa pergi hahahha”
Belum sempat orang itu menutup mulutnya, suaranya terhenti. Mulutnya dipenuhi oleh segumpal tanah.
“eh apa ini” tanya preman itu.
“coy kok bisa si tanah itu masuk mulut lo. Hahhahaha.ep”
Lagi-lagi mulut seorang lagi terbungkam oleh segumpal batu. Lalu hembuskan angin kencang kepada mereka bertiga hingga mereka bertiga tersungkur .
“ah man jangan-jangan gadis ini setan man. Mendingan kita kabur aja deh” kata seorang preman.
“cuih,  jadi lo takut . udah buruan serang gadis itu”
Mereka kemudian berdiri dan melayangkan sebuah tinjuan ke arah mukaku. Mamun pukulan itu terhenti dan mereka malah terjatuh karena kekuatan ku. Kemudian mereka lari rebirit-birit meninggalkan ku.
Tanpa ku sadari kejadian tersebut di saksikan seorang teman sekelas ku, Riyo. Aku sedikit gugup bingung mencari alasan. Aku takut dia akan menjauhi ku. Segera ku ambil langkah seribu menjauhi riyo. Namun anehnya ketika aku sedang berlari. Langkahnu terhenti. Kaki ku sekarang malah melangkah tak terkendali menuju ke arah Riyo.
“sebaiknya lo ikut gue” kata Riyo.
Tanpa sempat ku mnjawab tubuh ku sudah berada di atas motor Riyo. Aku dibawa kesebuah rumah ber gaya jawa namun sudah sangat modern. Ku dpati seorang wanita sepuh yang sedang sibuk dengan laptopnya. Ku lihat Riyo sangat akrab dengan nenek itu.
“siapa gadis ini?” tanya nenek itu.
“ini Ve, murid baru di kelas ku”
“kenapa kau bawa kesini?”
“dia sama seperti ku”
            Mendengar hal tersebut, aku sangat kaget. Apa maksud Riyo sebenarnya. Apakah......
“ve ini mbah ija,” kata Riyo
“hi mbah,” sapaku kepada mbah ijah.
“jadi apa kekuatan mu ve?”
“ kekuatan? Maksudnya? Saya gak ngerti mbah apa maksudnya”
“udah bilang aja, kita sama ko. Lo tadi bisa ngendaliin batu dan tanah kan?” tuduh Riyo
“apakah kamu juga bisa mengendaliakn air, udara dan api juga?” tanya mbah ijah.
Aku kaget dengan pertanyaan itu. Kenapa ia bisa mengetahui hal tersebut. Memoriku tentang kebakaran itu kembali memenuhi benah ku. Kepalaku berat. Ku tak sadarkan diri.
Mataku terbuka. Kulihat Riyo dan mbah ijah ada di depan ku. Kucium bau badan Riyo yang lumayan memengatkan hidung ku.
“ha..ha...hachiiiiiiiiiiing........” tanpa dapat ku kontrol bersin ku itu membuat mbah ijah dan Riyo mental  hingga menembus atap rumah mbah ijah dan terjatuh lagi tepat di tempat semula dengan keadaan yang sangat kacau.
“eh lo gila ya, besin aja nyaampek kaya gitu, sengaja ya lo” bentak Riyo sedikit kesal.
“maaf, gue gak sengaja”
“bushit,, lo ngajak berantem sama gue?”
“udah-udah, kalian ini gak boleh bertengkar terus. Kalian adalah dua diantara tiga titisan rengkarnasi ketiga kesatria legendaris.”
Aku sedikit kurang mengerti dengan perkatan mbah ijah namun kemudian mbah ijah menjelaskan semuanya kepadaku. Sedikit demi sedikit aku mulai terbiasa mengendalikan kekuatan aneh ku itu., dan sekarang aku menganggap semua itu sebagai anugerh meski aku masih sedikit trauma dengan kisah masa lalu ku.
Aku dan Riyo sekarang menjadi sahabat karib. Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda dengan Riyo. Aku gak bisa menjelaskan dengan detil semuanya, namun yang jelas rasanya aku sangat bahagia jika dekat dengan riyo.
Suatu hari, aku dan Riyo pergi ngedate ke sebuah pasar malam. Hahay... jadi malu. Malam yang ramai dengan pengunjung dan dibasahi gremicik air itu membuat acara ngedate kami jadi lebih romantis. Oh so sweet.
Kami memutuskan masuk ke dalam sebuah mini teater yang muat hingga 20 orang. Tiket masuknya seharga Rp. 20.000 per orang, aku sedikit terkejut ketika melihat di dalam isinya mayoritas pasangan remaja seusiaku. Tapi aku berusha cuek aja.
Kami mengambil tempat di bagian tengah. Kami menghabiskan beberapa popcorn yang kami bawa dari luar tadi. awalnya film yang diputar sangat kocak, sehingga kami berdua dibuat tertawa terbahak-bahak. Namun ternyata film tersebut bukanlah film komedi melainkan film horor. Saat adegan yang mendebarkan aku sering menjerit dan mendekat di bahu riyo.
Ketika itu terdapat sebuah adegan dimana sang hantu tiba-tiba muncul dan memenuhi layar monitor mini teater tersebut. Sontak aku langsung teriak dan sepontan memeluk Riyo. Detak detik jam seakan terhenti dan berganti dengan detak jantung kami berdua yang berdetak sangat keras yang seolah dapt terdengar oleh kami berdua.
Semua mata di dalam mini teater itu tertuju kepada kami. “huuuuuu, cieee” suara mereka memnyoraki kami. Segera ku lepaskan pelukan ku dan kami sedikit janggung satu sama lain dan hanya berpegangan tangan sampai acara selesai.
Saat kami dalam perjalan pulang, tangan kami berdua tak pernah terlepas. Kami seolah memiliki dunia ini. Eit tapi kami belum jadian lo... hehheheheheheh
Tiba-tiba langkah kami terhenti ketika menemukan seorang lelaki seusia kami tergeletak di jalanan. Kami membawa pria tersebut ke rumah mbah ijah.

Cerpen 3 Sahabat Part. Riyo

RIYO
(Kabul Prasetyo)
Nafas ku terengah-engah, aku terus berlari menjauh dari seorang laki-laki yang membawa sepucuk celurit. Lelaki itu terlihat menyeramkan dengan celuritnya yang terlumuri oleh dareh ku. Sementara aku mencoba membawa tubuh ku yang penuh luka ini menjauh dari lelaki itu. Tak henti-hentinya aku meminta tolong, namun tak seorang pun yang mendengar teriakan ku.
Ku lihat disekelilingku bangunan bertingkat dengan arsitektur romawi yang sedikit misterius tenpa penerangan itu. Aku sedikit lengah saat memandangi bangunan di sekelilingku. Saat aku membalikkan badan ku, aku kaget bukan kepalang. Lelaki itu seolah semakin membesar dan mengerikan mencengkram tangan ku dan menggengga sebuah celurit.
“ha......” aku terbangun.
“hanya mimpi, itu hanya mimpi?” aku mencoba menenangkan diriku. Kuraih sebuah gelas berisi air minum yang ada di meja dekat tempat tidurku. “pyar” gelas itu terjatuh dan pecah. Tanganku tak sanggup lagi mengangkat gelas itu.
Aku semakin ketakutan. Konon gelas yang pecah merupakan sebuah pertanda dari kejadian buruk. Nafas ku kembali terengah-engah, semua yang ada di  mimpi itu akan menjadi sebuah kenyataan, setidaknya itulah yang aku pikirkan saat ini.
Ini benar-benar mimpi yang aneh, sudah tiga kali ini aku mempikan hal tersebut. Apa sebenarnya ini?
Aku termenung diatas tempat tidurku. Ku ambil sebotol obat penenang yang kemarin aku beli di apotik. Ku telan tiga kapsul itu. Lambat laun nafas ku kembali teratur. Mataku semakin berat. Berat sekali. Aku kemudian tertidur.
“kriiiiiiing....” Aku terbangun, kuraih jam weker itu. Ku matikan alaramnya. Ku lihat sudah pukul 6:30, aku kemudian bergegas menuju kamar mandi. Seperti rutinitas biasa aku mencuci muka terlebih dahulu di westafel.
Aku teringat akan mimpi semalam.
“ apa sebenarnya yang terjadi? Siapa lelaki itu? Kenapa dia ingin membunuh ku?” gumam ku di kamar mandi.
“ha....” teriak ku tiba-tiba, aku dikejutkan dengan sentuhan tangan kanan seseorrang. Aku tak berani menantap orang itu.
“kenapa kamu yo?”
Ku balikan badan ku, ternyata itu kak aldi. Ia adalah kakak ku yang lebih tua 1 tahun dari ku. Perawakannya cool, ganteng, putih, tinggi 175 cm, maskulin, sixpack, dengan rambut mohak.
“oh lo bang?, ngagetin aja”
“lo kenapa yo? Ko kayaknya stres banget”
“ gak, gak ada apa-apa ko. Lo ada perlu apa masuk kamar mandi gue?”
“ah enggak, shampo di kamar mandi  gue abis, gue mau minta gitu”
“ oh ya udah ambil aja tu”
Kemudian Aldi pergi. Aku kembali mengambil nafas panjang. Kemudian aku duduk di toilet yang tertutup.
“ gue gak bisa gini terus, gue mesti kerumah mbah Ijah ni”
Sepulang sekolah aku memacu motor ninja rr warna hijau ku menuju rumah mbah ijah di kawasan kampung rambutan.  Ketika melintasi belokan di dekat rumah mbah ijah tiba-tiba.
“miak...www”
Ku hentikan laju motor ku, ku lihat seekor kucing putih ras anggola telah terkapar. Saat itu aku gak peduli sama kucing sialan itu, kembali kupacu motor ku menuju rumah mbah ijah.
Sesampainya dirumah mbah ijah.
“asalam’mualaikum. Mbah. Mbah ijah” ku lihat pintu rumah mbah ijah tidak terkunci, aku kemudian masuk begitu saja kerumah itu. Seperti biasa kau dan mbah ijah sudah seperti cucunya sendiri. Ku lihat mabah ijah sedng sibuk dengan laptop barunya.
“mbah lagi ngapa mbah?” tanyaku penasaran.
“mbah lagi buka facebook ini yo”
“wah embah gaul banget, buat apambah?”
“buat apa? Ya buat nencari pelanggan dong. Dasar anak muda jaman sekarang gak gaul ya?”
“ hahhaha, mbah bisa aja”
“eh alamat facebook kamu apa yo? Mbah pengen nge-add kamu”
“Loepaloepo@live.com mbah. jangan lupa di add ya mbah. Riyo tunggu loh”
“oke. Ngomong-ngomong kamu ada apa kok kesini?”
Kemudian kuceritakan semua mimpi yang ku alami selama tiga malam ini dengan sangat detail. Dari awal sampai akhir sampai kejadian menambarak kucing putih di belokan tadi, semuanya ku ceritakan.
“tunggu sebentar, menurut penelusuran magis mbah dan eyang google,  kamu merupakan orang yang terpilih”
“hah orang yang terpilih, maksudnya?”
“begini dahulu kala, ada tiga orang kesatria. Mereka memiliki sebuah kekuatan besar yang di pergunakan untuk melindungi bumi dari kejahatan. Mereka adalah Brain, Magma dan Glosi. Brain memiliki kekuatan yang dapat mengendalikan fikiran, magma mampu memanfaatkan kekuatan Alam dan Glosi memiliki kekuatan sihir. Musuh utama mereka adalah Daigo. Daigo adalah orang yang sangat jahat yang memiliki kekuatan kegelapan yang sangat besar.
Mereka bertiga kemudian bisa memerangkap Daigo kedalam sebuah kendi yang dijaga oleh mantera sihir Glosi, yang di pendam kedalam lapisan bumi terdalam oleh kekuatan Magma. Dan dengan bantuan kekuatan brain tak ada satu orang pun yang mengingat dimana kendi itu di sembunyikan.
Namun akibat dari semua itu mereka bertiga mati. Menurut guru embah,  akan ada tiga kesatria baru yang menjadi rengkarnasi mereka. Dan tugas mbah adalah, membina mereka.”
“jadi maksud mbha adlah...”
“yah benar, kamu adalah rengkarnsi dari Brain”
“Lalu yang lainnya mbah?”
“itulah, mbah juga masih mencarinya. Mereka akan datang dengan sendirinya kepada embah.
“lalu sebenarnya apa kukuatan ku mbah?”
“coba sekarang kamu fikirkan mbah”
“apasan si mbah, genit banget”
“hus, dasar. Cepat lakukan”
Kemudian ku bayangkan mbah ijah terbang. Ku fikirkan dengan sangat keras , seakan saraf otak ku mengeras. Mataku terpejam.
“stop....” teriak mbah ijah.
Ku buka mataku. Betapa kagetnya aku saat ku dapati mbah ijah melayang di antara genteng dan lantai. Tiba-tiba fikiraku menjadi tidak fokus lagi.
“brok” mbah ijah jatuh.
“dasar bocah kurang ajar, menjatuhkan mbah. “
“maaf mbah”
Hari-hari berganti. Ku jalani hari-hari ku seperti biasa. Hanya saja sekarang akau sedikit usil dengan teman-teman ku. Ku takuti mereka dengan menerbangkan buku-buku di perpustakaan seolah ada hantu di siang bolong. Ih serem.
setiap sore ku sempatkan berlatih keahlian ku di rumah mbah ijah. Tentu saja terkadang aku menjahili mbah ijah juga. Masih sering ku jatuh kan mbah ijah.
Aku sangat menyukai semua ini. Aku tak merasa memiliki beban sedikit pun.
Suatu hari ketika aku akan kerumah mbah ijah ku lihat beberapa preman sedang menjaili seorang gadis seumuran ku.

 
Design by Free WordPress Themes | Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons